He’s Coming after all..
Bagaimana pun
caranya dia selalu bisa menemukan ku. Bagaimana pun caranya dia selalu bisa
menghubungi ku. Ntah bagaimana caranya, ntah berapa banyak dia memasang mata di
sekitar ku. Aku rasa apa pun yang aku lakukan itu semua percuma. Sejauh apapun
aku mengghindar dan berusaha melupakan semua nya. Semua itu selalu kembali lagi
pada ku dengan sendiri nya. Ntah itu dalam bentuk kebencian, rasa rindu, rasa
gelisah, atau bahkan rasa putus asa. Namun satu hal yang pasti, sebuah perasaan
itu selalu muncul. Bahwa takdir ku dan takdir nya tak akan berakhir sampai
disini, sebesar apapun usaha kita berdua untuk memutuskan rantai takdir yang
mengikat kita berdua. Aneh kan? Bagaimana mungkin aku bisa merasakan hal ini? Atau
bagaimana mungkin aku bisa memiliki firasat seperti ini. Ntah masa depan apa
yang akan kita jalani kelak. Tapi hal itu pasti, bahwa aku dan dia tidak akan
pernah 100% saling melupakan. Takdir kita tidak akan terputus sebanyak 100%.
Itu lah firasat ku.
Hal
ini lah yang sering membuat ku berpikir keras. Apa yang terjadi? Apakah benar
firasat ini sebuah visi yang diberikan pada ku? Atau hanya aku saja yang kurang
serius dalam mengakhiri semua nya. Apa pun itu, aku rasa Tuhan telah memilihkan
jalan yang terbaik untuk ku. Meskipun aku harus tetap memilih, jalan mana yang
akan ku tempuh. Aku harus siap dengan segala konsekuensi yang akan ku alami. Benarkan?
Apa
pun yang kita coba lakukan, semua itu akan sia-sia. Aku selalu berpikir bahwa
hubungan baik bisa di miliki oleh mereka yang pernah menjadi bagian dari hidup
mu. Tapi saat aku menyadari betapa naif nya pemikiran ku ini, aku menjadi
sadar,, bahwa berhubungan baik dengan seorang “mantan” itu hanya akan memiliki
situasi yang sensitive, bagaimana punakhirnya.
Aku
berbeda dengan semua mantan-mantan ku, jika mereka bisa melupakan ku dengan
mencari wanita lain… syukurlah,, (hanya itu yang bisa ku katakan). Karna aku
tidak bisa melupakan mereka secepat itu, aku menyimpan mereka di dalam hati ku.
Karena itu lah aku tidak bisa menerima pernyataan cinta seorang pria lain. Alih-alih
untuk mengobati rasa sakit dalam hati karna di tinggal kekasih, atau baru putus
dengan kekasih, aku mencari cinta lain melalui lelaki lain. Itu lah cara
terbaik untuk menyingkir dari penderitaan patah hati. Tapi aku bukan orang yang
seperti itu. Tak pernah sekali pun aku melakukan hal seperti itu kepada diri ku
dan lelaki lain. Selama ini setiap aku putus dengan mantan ku, meski itu sakit
dan meninggalkan penyesalan di dalam hati. “kenapa aku harus melakukan itu?” “kenapa
aku tidak menjaga perasaan nya lebih baik?” atau “kenapa aku tidak bisa
membahagiakan nya lebih baik lagi?” semua pemikiran yang menyatakan bahwa aku
menyesal selalu datang begitu saja. Dan aku menikmati nya, aku menjadi kan
semua itu sebagai sebuah hukuman bagi ku karena aku tidak bisa menjaga hati
orang yang mencintai ku. Jadi seberat apa pun hari-hari yang ku lalui dengan
kekosongan hati ini. Aku tetap menerima nya, tanpa meminta bantuan dari lelaki
lain untuk mengisi hati ku.
Ntah
apa yang mereka pikirkan, mereka sering bilang bahwa aku adalah wanita kejam. Bahwa
aku sudah menghancurkan kehidupan mereka. Kadang aku menerima perkataan mereka,
tapi kadang aku juga menyangkal perkataan mereka, karna apa yang aku berikan
pada mereka adalah apa yang mereka berikan juga pada ku. Hanya saja terkadang
aku memberikan nya lebih dari apa yang mereka berikan pada ku. Jika mereka
memberikan rasa sakit pada hati ku, maka aku memberikan rasa sakit yang lebih
pada mereka, jika mereka memberikan ku kebahagiaan, maka aku memberikan mereka
kebahagiaan yang lebih dari yang mereka berikan pada ku. Ntah bagaimana cara
nya, ntah bagaimana upaya nya, tapi ini selalu berhasil dan berakhir seperti
itu. Jika di pikir-pikir, aku tidak pernah merencanakan nya seperti ini, tapi
semua nya selalu berjalan mengalir begitu saja. Dan selalu meninggalkan kesan
seperti itu. Hahaha.. lucu kan? Karna hal ini lah salah satu mantan ku berkata “kamu
memiliki kemampuan untuk membuat semua nya sesuai dengan keinginan mu, untuk
membuat semua nya mengalir seperti air dan mengikuti arah mu dengan sendiri
nya.” Aku anggap itu sebagai sebuah pujian. Tapi setelah mereka memujiku,
mereka pasti mulai memaki ku atau memarahi ku, setelah mengatakan hal-hal yang
tidak berguna, yang menggambarkan perasaan mereka.. lalu mereka mengharapkan
bisa memulai hubungan lagi dengan ku. Di bagian ini lah yang lucu.
Aku
terlihat kejam kan? Ntah lah,, aku sendiri terkadang berpikir bahwa aku ini
wanita kejam yang tak berperasaan. Tapi terkadang aku melihat diri ku sebagai
sesosok wanita yang tangguh. Itu semua tergantung pada kalian yang menilai nya.
Ya.. meski apa pun yang kalian pikirkan tentang ku, aku tipe orang yang tidak
memperdulikan penilaian orang lain. Seperti yang kalian tahu, aku di besarkan
dalam keluarga yang sangat menjaga nama baik. Dan untuk beberapa tahun aku di
besarkan dalam keluarga seperti itu, aku merasa muak dan terkurung. Aku bukan
tipe burung yang suka di kurung di sangkar emas. Kecuali di sangkar itu ada
mall, dan café, atau tempat nongkrong, atau tempat membaca buku, atau
tempat-tempat asik lainnya. Jika aku di tempat kan di sangkar seperti itu
mungkin aku akan memikirkan nya lagi. Tapi tidak dengan keluarga ku, aku hanya
terkurung di dalam sangkar emas yang kosong. Dan itu membuat ku muak. “lihat
apa yang kamu lakukan bisa mengundang pemikiran orang lain” “lihat, apa yang
kamu lakukan bisa merusak nama baik keluarga kita” atau yang paling sederhana
adalah “apa yang orang lain pikirkan tentang keluarga kita, jika kamu bersikap
seperti ini, dan bla blab la” semua hal yang mereka perdulikan adalah pandangan
orang lain dan penilaian orang lain. Mereka terlalu terfokus akan kedua hal
itu, sehingga mereka tidak menyadari keretakan apa yang terjadi di dalam
keluarga. Mereka terlalu tergiur menjaga nama dan martabat keluarga sehingga
mereka tidak sadar bahwa mereka sudah menghancurkan satu sama lain. Ya, itu
benar. Keluarga ku hancur oleh keluarga ku sendiri. Jika dalam beberapa kasus
suatu keluarga hancur karna kehadiran orang ketiga, tidak dengan keluarga ku…
mereka menghancurkan diri mereka sendiri. Dari sini lah awal mula nya aku tidak
memperdulikan penilaian orang lain, jadi terserah kalian mau menilai diri ku
seperti apa.
Dalam
beberapa hari ini akutidak bisa menulis dan menyalurkan semua nya, itu kara aku
tidak tahu harus mulai dari mana. Keinginan ku untuk mencurahkan semua nya
selalu ada. Tapi aku tidak tau harus mulai dari mana. Maka dari itu, jika kali
ini aku menulis terlalu banyak tolong maafkan lah, tapi terima kasih untuk
kalian yang masih setia membaca. Yang masih setia menemani kehidupan ku.
Dalam
kehidupan ku ada beberapa mantan yang sangat gigih, seperti yang aku gambar kan
di atas.. harus kah aku beri tahu kalian nama nya? Apakah kalian ingin tahu? Mmm..
ntah lah, jika mereka membaca semua ini, aku tidak tau apakah mereka akan merasa tersinggung
atau terharu. Tapi saat aku menulis aku tidak bisa memikirkan hal lain selain
menjadi diri ku sendiri. Aku menulis seolah-olah aku memiliki duina ku sendiri.
Seru bukan? Hahaha karena itulah sebelum dan sesudah aku menulis aku tidak
pernah membaca nya kembali. Apakah itu negative apa kah itu positif aku hanya akan membiarkan nya
pergi dan terbaca oleh kalian. Aku anggap
itu sebagai sebuah penebusan dosa, jika kalian membaca hal yang negative, tapi
aku harap itu sebagai sebuah motifasi jika kalian membaca hal yang positif dari
tulisan ku.
Nama
nya adalah Akhbar dan Deden. Untuk akhbar ini,, aku tidak terlalu mengingat
kenangan ku dengan nya. Karna aku rasa hubungan ku dengan dia tidak di landasi
dengan cinta dan perasaan yang berasal
dari hati. Ntah dengan dia tapi tak ernah sekali pun dalam hati ini aku
merasakan cinta dan kasih sayang untuk nya, kecuali rasa belas kasihan. (jika
dia membaca ini, tentunya dia akan sakit hati. Tapi yah,, peduli apa aku.. dia
sudah sering mengatakan bahwa aku ini kejam dan menyakiti hati nya. Jadi apa
pun yang aku katakana aku rasa itu tidak akan terlalu banyak mengubah hal yang
sudah terjadi. Jadi yah, aku rasa lebih baik aku mengatakan apa ada nya. Dari pada
berpura-pura baik dan dia berpikir bahwa aku memberikan dia harapan. Aku rasa
itu adalah hal yang lebih kejam dari pada kata-kata kejam.) Dia,,, akhbar
ini,,, belakangan ini menyalah gunakan kebaikan ku. Alih-alih menjaga hubungan
baik sebagai seorang teman, aku melupakan kenyataan bahwa kita berdua ini
adalah mantan. Hingga akhirnya aku merasa di manfaatkan atau merasa di tipu
lebih tepat nya.. dia dengan pemikiran nya yang licik? Atau mungkin bisa di
bilang cerdik? Dia telah mempertemukan ku dengan keluarga besarnya. Aku yang
tidak tau apa—apa seolah-olah terjebak dalam sebuah aula besar yang isinya di
penuhi dengan penonton. Aku seolah-olah menjadi sasaran dari tatapan mereka,
satu-satu nya yang bisa ku lakukan adalah bersikap professional, jangan sampai
aku menodai nama dia yang membawa ku, dan menodai nama ku sendiri. Jadi aku
bersikap seolah-olah aku berada di samping nya. (lagi-lagi aku di manfaat kan
seperti ini.. hhh… menyedihkan). Seumur aku menjalani sebuah hubungan tak
pernah sekali pun aku menghadapi keluarga dari pasangan ku. Meskipun aku di
undang dengan resmi, aku selalu bisa menghindari undangan itu dengan mengelak
dan memberikan alasan yang dapat mereka terima. Tapi tak ku sangka aku akan
menghadapi keluarga besar dari seorang mantan. Hhh menyebalkan, lewat kejadian
ini aku merasa sangat menyesal. Kenapa keluarga laki-laki yg pertama ku temuii
adalah keluarga akhbar, yang pada kenyataan nya dia tidak terlalu special di
hati ku. Jika tau akhirnya akan seperti ini, aku rasa aku akan menerima ajakan
pertemuan keluarga dari mantan ku yang lebih baik dari diri nya. Ahhh!!! Aku selalu
memikirkan hal ini, dan bagaimana pun aku memikirkan nya.. aku tetap merasa di
manfaatkan, dan tidak di hargai..
Apa lagi kalo memikirkan bahwa
dia baru saja putus dari tunangan nya yang di tentang oleh keluarga nya, dia
bilang bahwa dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa mendapatkan wanita yang jauh
lebih baik dari tunangan nya yang sebelumnya. Dan itu adalah aku? Ah ya ampun,,
betapa kekanak-kanakan.. memang aku senang karena secara tidak langsung aku di
anggap sebagai wanita yang berkualitas yang dapat di perhitungkan. Tapi aku
rasa ukan ini yang aku inginkan,, jika melihat dari sisi pandang ini. Aku semakin
merasa seperti di manfaatkan. Ah… ya ampun.. memikirkan hal ini aku tidak bisa
berhenti menghela nafas dan menggeleng kan kepala, berharap pemikiran negative ini
hilang dengan cepat.
Mantan
ku yang lain adalah deden, sampai sekarang aku tidak terlalu bisa menghafal
identitas nya dengan benar. Moch.Abdurrahman? Moch.Abdulrahman? Deden Abdul
Rohman? Moch Abdul Rahman Deden Gema Gemilang Sany? Ah ntah lah,, yang jelas
nama panggilan dia hanya satu, ah tidak.. jika di pikir-pikir dia juga memiliki
nama panggilan yang lumayan banyak, dari mulai nama panggilan kecil hingga nama
panggilan aneh. Nde? Morvin? Gilank? Bintang? Ajo? Mmm.. apa lagi ya??? Ah terlalu
banyak,, aku tidak bisa mengingat semua nya. Mungkin dia adalah satu-satu nya
mantan yang tidak memiliki kehidupan yang jelas. Jika di lihat dari banyak nya
nama yang dia gunakan. Mungkin orang awam akan mengiranya sebagai seorang
buronan, atau mata-mata Negara seperti james bond? Ah tidak? James bond bahkan
hanya memakai nama panggilan nya satu, tak peduli dia menjalani kasus sepeerti
apa pun. Lalu apakah dia benar-benar seorang buronan?
Nttah lah? Aku berhubungan selama
4 tahun dengannya, tapi tak satu pun yang bisa ku verifikasi kan secara
langsung. Yang aku tahu hanya lah semua cerita yang dia lontarkan dari mulut
nya. Beberapa terdengar meyakinkan, tapi beberapa cerita lain terdengar di
campur dengan dusta.
Tak peduli apa pun yang kami
lakukan, setiap kami putus pasti kami akan kembali memulai hubungan. Ntah berapa
kali hal itu terjadi, saking sering nya aku mulai bosan dan FLAT. Dan sekarang
dia berada jauh di luar negeri, dan ini mungkin akan menjadi akhir dari
hubungan kita, karena sekarang kita memiliki alasan yang kuat. Yaitu jarak. Dan
satu hal yang pasti, dari sekian mantan yang aku miliki, hubungan dengan dialah
yang paling sensitive.
Beberapa kali aku memblokir semua
agar aku tidak bisa melihat dia lagi, atau agar dia tidak bisa menghubungi ku
lagi. Tapi ntah bagaimana cara nya, dia selalu bisa menghubungi ku. Mungkin aku
lah yang kurang berusaha menjauh dari nya.
Beberapa hari yang lalu dia
menghubungi ku lagi, setelah 4 minggu dari kecelakaan lalu lintas itu terjadi,
setelah beberapa bulan penyakit ku menjadi lebih serius. Dia datang dan
menanyakan kabar ku. Ah!!! Rasanya aku lupa bagaimana rasanya membagi cerita
dengan orang lain. Saat itu aku stress dan kesal. Maka dari itu aku memberikan
apa yang dia inginkan. Aku menceritakan semua yang aku alami, kenapa aku bisa
seperti ini, kenapa aku bisa memiliki penyakit seperti ini, kenapa aku bisa
menderita sendiri, dan lain-lain. Semua yang aku ceritakan adalah hal yang
menyedihkan. Karna aku memang belum mendapatkan kehidupan yang lebih baik,
untuk sekarang. Lain ceritanya jika aku memiliki seseorang di samping ku,
mungkin aku tidak akan menceritakan kondisi ku yang sekarang pada nya. Jujur saja
saat aku menceritakan keadaan ku pada nya, aku merasa menyedihkan. Aku seperti
meminta belas kasihan pada nya, atau membuat dia merasa bersalah? Tidak..
mungkin lebih tepat nya aku seperti meminta belas kasihan pada nya. Dan itu
membuat ku semakin membernci nya.
Dia datang menghubungi ku dengan
tiba-tiba. Mengajak ku untuk berhubungan dengan baik, dan bertingkah
seolah-olah tidak ada apa pun yang terjadi. Dengan begitu aku dan dia bisa
saling berbagi cerita satu sama lain. Tapi setelah aku membagi ceritaku, dia
pergi tanpa kabar lagi. Hal ini terlihat begitu menyedihkan. Dia membuat ku
menjadi seorang wanita yang terlihat menyedihkan.
Beberapa hari setelah aku
menceritakan tentang kehidupan ku. Aku menerima kabar angina bahwa dia sudah
memiliki wanita baru. Ntah kabar ini benar atau tidak, tapi aku rasa itu semua
masuk akal. Ketika dia terus menerus menanyakan apakah aku sudah memiliki
laki-laki lain pengganti dia atau belum. Maka aku menjawab apa yang ingin dia
dengar. Karna aku tau, dia menanyakan hal itu untuk memastikan. Apakah baik-baik
saja jika dia menjalin hubungan dengan wanita lain. Yah,, karna aku sudah
memiliki lelaki lain juga, maka dia rasa tidak akan masalah jika dia memulai
lembar baru dengan cinta baru, toh dia juga sudah memulai cerita baru dengan
pria lain. Mungkin itu yang dia pikirkan. Hahaha bodoh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar