Sabtu, 09 Mei 2015

Menyatukan Serpihan PUZZLE


Apa yang aku lakukan sekarang?
Kalian gk perlu tau.. karna sekarang aku hanya berdiam diri dan melamun. Memikirkan pecahan-pecahan puzzle yang sempat hilang di ingatan ku, pasca kecelakaan kemarin.
Dari keterangan beberapa teman, dan bukti luka di tubuh ku, serta serpihan ingatan ku yang samar-samar.
1.       Stank motor dan ban motor bengkok. Bengkok nya stank motor ke arah kiri dan ban motor ke arah
·         Aku berusaha mencampurkannya dengan ingatan yang aku miliki.
Waktu itu,, seingat ku aku sudah menghindar dari motor tersebut. Aku membantingkan stir ke arah kiri, mungkin karna itu lah stank motor ku bengkok ke arah kiri.
Namun ban ku bengkok ke arah kanan, mungkin saat aku membantingkan stir ku ke kiri itu sudah terlambat dan mungkin karna itu lah kecelakaan sampai bisa terjadi.
2.       Helm rusak
·         Bagian leher helm nya lepas, bahkan pinggiran helm nya terutama samping kiri, Lecet dan rusak, masih menjadi satu padu menjadi sebuah helm. Tapi lem nya sudah lepas dan menganga, terlihat tidak layak di pakai jika di tilik dari dekat. Tapi masih fungsional untuk menghindari polisi. hehehe
Yang aku ingat saat kejadian aku memakai helm, tapi selang beberapa saat setelah kecelakaan itu terjadi kepala ku sudah tidak memakai helm. Jadi mungkin saat kejadian, aku membantingkan diri ke arah kiri, lalu helm lepas dari kepala ku dengan sendiri nya karena ikatan helm tidak di pasang, jadi helm mudah lepas. Kemudian sebagai korban nya, kepala bagian kiri ku juga mengalami luka, memang tidak mengeluarkan darah tapi meninggalkan bekas di dahi dan itu lumayan sakit juga terlihat lebam. Kepala belakang ku tidak bisa di gerakkan dan sangat sakit ketika berusaha memindahkan posisi kepala, apa lagi menoleh atau menengadah. Akhirnya untuk beberapa saat aku diam dalam posisi menunduk. Saat di kelas aku mendunduk terus untuk mengurangi nyeri kepala yang aku rasakan. Sampai akhirnya dosen menyentuh pundak ku untuk memberikan jawaban dari pertanyaan nya, aku berusaha menengadah karena itu merupakan sebuah kewajiban untuk ku, karena itulah aku berusaha untuk menengadah. Tapi sebelum sempat melihat wajah dosen ku, pandangan ku sudah menjadi gelap dan BLANK.. aku gk ingat apa”..

Hal lain yang aku ingat saat itu adalah, perasaan-perasaan yang tidak nyaman. Aku ingat saat air masuk dari hidung ku. Mungkin itu air yang keluar dari selang oksigen yang di pakaikan di hidung ku. Karena saat tersadar aku terpasang selang oksigen.
Lalu aku ingat perasaan saat aku di goncangkan kesana kemari dengan kencang, dan itu membuat kepala ku semakin sakit juga mual. Aku ingin muntah rasanya. Ingin rasanya berkata “Hei hentikan, jangan berbuat kasar pada ku” Hhmm,,, tapi ntah lah.. aku tak terlalu ingat apakah aku sudah mengatakan seperti apa yang aku inginkan. Atau kata-kata yang ingin aku keluarkan hanya berakhir di telan tenggorokan.
Lalu… aku ingat saat banyak orang yang menanyai ku ini itu, memanggil nama ku, dan menyuruh ku untuk tetap tersadar. Aaahhhh… itu adalah bagian yang paling menyebalkan dan paling tidak ku sukai. Di samping aku tidak mengingat apa yang terjadi. Mereka terus saja menanyai hal yang tidak dapat ku ingat dengan seksama. Dan kalian tau, jika aku tidak menjawab nya aku rasa mereka (suara-suara) itu akan terus mengganggu ku. Jadi meskipun aku tidak punya tenaga untuk mengatakan nya. Tapi aku harus mengatakan nya.
Kalian penasaran kenapa aku bisa menceritakan semua ini seolah-olah aku tidak mengalami nya?
Butuh waktu satu minggu untuk bisa mengingat nya dan mengatakan hal seperti ini pada orang lain.
AAHHH!!!
Iya,, ada bagian yang luka yang selalu ku pandangi setiap saat. Bekas infusan yang sudah lebih dari satu minggu tapi masih belum hilang juga. Luka nya memang sudah mongering, tapi kulit ku seperti nya tidak mau beregenerasi, hingga sampai saat ini masih saja tidak hilang-hilang bekas tusukan nya. T_T.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar